Langsung ke konten utama

KKN Tematik


Teruntuk adik - adik tingkat yang nanya tentang KKN Tematik.

A : kak kok bisa kkn tematik, dapat infonya dari mana?
V : sering update info di P2KKN dan tanya teman fakultas lain kali aja ada proyek dosen yang didanai
A : prosedurnya gimana kak? Susah gak sih?
V : ada seleksi berkas dan wawancara. Untuk berkasnya terdiri dari form pendaftaran KKN, surat rekomendasi dari fakultas, curriculum vitae, fotocopy krs, khs, dan ktm.Memang saingannya agak banyak karena dari fakultas lain juga banyak yang mendaftar
A : seleksi wawancaranya biasanya pertanyaannya gimana kak?
V : pertanyaan umum sih. Apa alasan mengikuti tematik, prestasi yang pernah diraih, program apa yang mungkin dilakukan untuk proyek tersebut, dll. Yang terpenting apa yang kamu sampaikan harus dapat meyakinkan pewawancara hehe
A : sebenernya apa sih enaknya kkn tematik?
V  : lebih hemat dan waktunya lebih cepat. Kkn tematik itu proyek dosen yang dibiayai jadi mungkin kita akan mengeluarkan biaya untuk transportasi saja karena biaya proker sebagian sudah disubsidi.
A : wah berarti bakal sering bolak – balik ke posko kkn?
V : yaap, pagi – sore kita kuliah, sore – malam di posko kkn. Pasti lebih capek karena kkn ini dilaksanakan di tengah – tengah padatnya kuliah
A : kak ada yang bilang kalo kkn reguler lebih asyik. Menurut kakak gimana?
V : semua itu tergantung bagaimana kita menyikapinya. Memang kkn tematik itu waktunya sangat singkat dan padat, daripada kkn reguler yang jadi satu rumah dalam waktu yang lama. Jadi, mungkin kebersamaannya akan lebih ngena kkn reguler.
A : ikut kkn tematik dimana kak?
V : saya ikut proyek dosen teknik arsitektur. Di daerah deket RSUP Kariadi. Di belakang toko bunga itu ada perkampungan. Nah disitu akan dibuat Kampung Pelangi agar bisa menjadi tempat wisata yang dibuka untuk umum.
A : kakak dulu programnya apa saja ?
V : jadi di kkn itu ada program monodisiplin dan multidisiplin. Program monodisiplin itu yang sesuai sama keilmuan kita. Dulu aku bikin safety poster sama sosialisasi tentang tanaman obat keluarga. Kalo multidisiplin itu program besar yang semua fakultas bisa terlibat. Misalnya festival kampung pelangi yang ada banyak rangkaian kegiatannya.
A : terus kak habis kkn gitu katanya ada tesnya ya? Tentang apa?
V : iya sebelum dan sesudah pelaksanaan kkn pasti ada tesnya, pertanyaannya ya seputar kkn secara umum dan program – program yang sudah kalian jalankan selama kkn
A : kak katanya kkn itu ajang pencarian jodoh ya? Kakak udah dapat jodoh belum dari kkn?
V : wkwkwk alhamdulillah tidak ada niatan untuk cari jodoh dek
Sekian yang bisa saya bagi ke adik – adik. Semoga bermanfaat yaa:)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Beasiswa Unggulan Kemendikbud 2019

Halo, selamat pagi. Sesuai permintaan dari teman - teman di instagram, aku akan sharing mengenai beasiswa unggulan Kemendikbud. Tenaaang, rileks, baca dengan santai yaaa, karena penjelasannya mungkin agak panjang hehe. Disclaimer : semua yang aku tulis disini based on my experience  yaa, jadi mungkin ceritanya berbeda dengan para awardee yang lainnya. Yang pertama alasanku mengapa memilih untuk daftar beasiswa unggulan diantara banyaknya beasiswa S2 yang lainnya seperti beasiswa LPDP, beasiswa tanoto, dll. Jadi, ini adalah pengalamanku daftar beasiswa yang pertama untuk kuliah S2. Sebelum mendaftar beasiswa, aku sudah menjalani proses perkuliahan semester 1 di Universitas Brawijaya jurusan Pengelolaan Sumberdaya Lingkungan dan Pembangunan (PSLP) atau biasanya disebut Ilmu Lingkungan. Nah, pada saat awal masuk perkuliahan, beasiswa unggulan baru buka pendaftaran. Baru terbesit dipikiranku untuk mencoba beasiswa ini, setelah itu aku baca - baca persyaratan di web beasisw...

Menikmati Konsekuensi

Setelah menjalani perkuliahan selama 2 minggu, Aku baru tahu rasanya fokus pada dua hal, Yang memiliki tantangan berbeda. Kuliah sambil bekerja. Berangkat pagi, pulang malam. Ada tugas kuliah, ada lagi tugas di kerjaan. Aku berpikir, apakah aku bisa terus - terusan seperti ini? Apakah aku mampu? Mengurangi jatah tidur lebih banyak, Harus bisa membagi waktu secara detail. Awalnya memang tak mudah, Butuh proses, butuh penyesuaian. Dengan keadaan dan kondisi badan. Semangat ya tubuhku, Mulai sekarang kau akan bekerja lebih keras dari biasanya, Otak akan dituntut berpikir lebih banyak, Mata yang akan menatap buku dan layar monitor lebih lama, Kaki yang akan berjalan lebih jauh dan lebih cepat, Tangan yang akan menulis dan mengetik lebih banyak, Mengurangi jam nongkrong dan berpergian, Weekend untuk istirahat tidur panjang. Mari berteman dengan kegiatan multitasking. Inilah konsekuensi. Konsekuensi itu bukan hukuman. Konsekuensi perlu ...

Teman Hidup

Untuk kamu yang sudah menunggu tulisanku. Hai, rasanya sekarang aku tiap hari ingin menyapamu. Sore ini cuacanya dingin, hujan lebat, dan aku sengaja pulang kantor telat. Kebetulan nanti malam adalah malam tahun baru 2019. Ada sesuatu yang besar dipikiran, aku harus segera mengambil keputusan. Kalo nggak sekarang, kapan lagi? Itulah beberapa kata yang terbesit dibenakku saat itu. Jauh sebelum sore itu, aku sudah mengalami kebimbangan. Apakah aku terus – terusan seperti ini? Kadang aku capek hidup sendiri, takut kalo gak ketemu orang yang tepat, tapi setelah aku lihat – lihat ternyata ada juga yang mendekat hehe. Akhirnya aku menemukanmu. Seseorang yang mungkin jawaban dari doa yang sudah aku panjatkan. Jawaban diantara kebimbangan. Jawaban diantara beberapa pilihan. Kalo ditanya apa alasannya, aku tak bisa menjawab dan menjelaskan. Pertanyaan ini susah kayak soal ujian :D Terima kasih banyak untuk kalian yang sudah pernah mendekat. Sudah banyak direpotkan, pernah mengajak jal...